The Last Coverage

January 13, 2020



Pemilihan Rektor UNM jadi liputan terakhir saya di LPM Profesi. Liputan tersebut saya sajikan dalam rubrik spesial pilrek. Meski terburu deadline, tabloid edisi 237 ini menjadi edisi keenam sekaligus terakhir di periode yang saya pimpin. Baru saja saya selesai musyawarah kerja dan menjadi demisioner di LPM Profesi UNM. Saya digantikan oleh adinda Muh. Sauki Maulana yang merupakan junior satu angkatan di bawah saya.

***

Universitas Negeri Makassar (UNM) bakal melakukan pesta demokrasi. Panitia pemilihan Rektor UNM periode 2020-2024 telah terbentuk. Kali ini, bukan hanya pejabat internal yang bisa mendaftar jadi calon rektor, orang luar pun memiliki peluang untuk mendaftar dan memimpin. Hal tersebut berdasarkan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 pada pasal 4 tentang persyaratan calon Pemimpin PTN.

Ketua Senat UNM, Sulaiman Samad mengatakan bahwa persyaratan tersebut tidak memberikan pengecualian bagi siapa saja. Dosen kampus lain, pejabat dinas pendidikan, ataupun dari instansi pemerintah yang memenuhi persyaratan bisa mendaftarkan dirinya.

"Aturan besarnya seperti itu. Kalau ada pejabat punya pengalaman jadi dosen, misalnya dari Unhas atau dari Dinas Pendidikan yang punya pengalaman jadi dosen mau mendaftar jadi balon, yah bisa," katanya saat ditemui di ruangannya lantai 2 PPs UNM, Senin (6/1).

Panitia pemilihan rektor yang diketuai oleh Hamsu Gani saat melakukan sosialisasi di Pascasarjana UNM.

Dalam peraturan tersebut tidak disebutkan keharusan bakal calon rektor berasal dari lingkup PTN bersangkutan. Tetapi hanya membahas pengalaman kerja, usia, kesehatan, serta track record di bidang hukum. Berdasarkan peraturan tersebut, semua orang berkesempatan mencalonkan diri selama memenuhi persyaratan.

Ini menandakan persaingan untuk menjadi orang nomor satu UNM semakin kompetitif. Para pejabat UNM tidak hanya akan bersaing di internal kampus, tetapi bisa saja ada orang dari luar UNM yang juga mendaftar jadi bakal calon.

Apalagi panitia telah gencar melakukan sosialisasi. Baru saja selesai merampungkan sosialisasi di semua sektor kampus UNM. Mulai dari sektor Parangtambung, Tidung, Banta-bantaeng, Gunungsari, Bone, Pare-pare. Selanjutnya, panitia akan menyampaikan secara umum ke luar kampus UNM.

“Nanti kita juga ingin ke LLDikti untuk membuat itu surat undangan untuk mendaftar termasuk kepada perguruan tinggi swasta dan juga lembaga-lembaga lain,” katanya.

Panitia pemilihan rektor yang diketuai oleh Hamsu Gani saat melakukan sosialisasi di Pascasarjana UNM.

Minimal 4 Balon

Selain memberikan peluang bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan, Peremenristekdikti tersebut juga mengharuskan paling sedikit empat orang bakal calon yang mendaftar. Berdasarkan mekanismenya, pendaftaran akan dibuka pada 15 Januari hingga 14 Februari. Jika hingga pada waktu tersebut jumlah balon yang mendaftar belum terpenuhi, maka masa pendaftaran akan diperpanjang hingga 25 Februari.

Aturan ini, kata Sulaiman, mengharuskan panitia lebih massif dalam bekerja. Tidak sekadar mensosialisasikan semua aturan dan sistem pemilihan, tetapi panitia diarahkan untuk mendeteksi semua dosen UNM. Bagi semua dosen yang memenuhi persyaratan, akan diundang dan disurati secara langsung.

“Saya lihat itu roh peraturan, disuruh memang panitia bekerja keras melalui penjaringan,” kata Asdir I PPs UNM itu.

Panitia pemilihan rektor yang diketuai oleh Hamsu Gani saat melakukan sosialisasi di Pascasarjana UNM.

Jumlah maksimal pendaftar bakal calon tidak ditentukan dalam aturan. Sehingga tidak masalah jika yang mendaftar lebih dari empat orang. Hanya saja dalam peraturan yang ditekankan minimal empat orang, agar dalam tahap penyaringan nanti akan ada yang gugur. Semua akan diseleksi menjadi tiga calon.

“Kita hanya menyaring 3 orang. Meskipun lebih dari 4 orang yang mendaftar. Maksimal pengiriman nama itu 1 bulan sebelum tanggal 17 Mei. Kenapa dikirim itu, inilah saatnya kementerian menelususri rekam jejak yang calon,” tambahnya.

Ketiga calon rektor yang berhasil melalui tahap penyaringan, akan ditentukan langsung oleh Senat UNM dan Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan. Dari total seluruh suara yang memilih, Menteri memiliki 35 persen suara dari jumlah anggota senat. Sementara suara senat UNM hanya 65 persen. Saat ini, Senat UNM yang akan memilih berjumlah 62 orang.

“Jumlah suara menteri itu dihitung oleh jumlah anggota senat yang hadir dan memilih. Jadi persentasi dari kehadiran juga. Jika masa pemilihan senat yang hadir memilih hanya 50 misalnya, maka suara menteri itu 35 persen dari yang 50 orang itu buakn dari total anggota senat,” jelasnya.

Panitia pemilihan rektor yang diketuai oleh Hamsu Gani saat melakukan sosialisasi di Pascasarjana UNM.

Ia berharap calon rektor kedepan yang terpilih mampu membawa UNM menjadi lebih baik lagi.Menurut Sulaiman, saat ini UNM butuh pemimpin yang memiliki kemampuan menggerakkan. Karena UNM saat ini sudah on the track.

Kinerja Husain Syam selama ini, kata dia, sudah cukup baik. Berbagai prestasi telah ditorehkan utamanya akreditasi institusi, prodi, dan berbagai macam perankingan di tingkat nasional. Prestasi ini bukan serta merta membuatnya merasa puas, melainkan ia berharap yang memimpin UNM selanjutnya bisa lebih baik dari yang sekarang.

“Dalam prinsip-prinsip atau fungsi manajemen itu adalah menggerakkan. Karena UNM ini potensinya luar biasa. Cuma mungkin belum sepenuhnya dimanfaatkan,” tutupnya.

*Tulisan saya ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 237

You Might Also Like

0 Comments

INSATGRAM

facebook